Presiden Rumania, Klaus Iohannis menolak calon perdana menteri yang
diajukan oleh Partai Demokrat Sosial (PSD), Sevil Shhaideh (52). Shhaideh
merupakan seorang muslim dan dikenal dekat pemimpin PSD, Liviu Dragnea.
"Saya dengan hati-hati mempertimbangkan pro dan kontra
hingga akhirnya memutuskan untuk tidak menunjuk Nyonya Sevil Shhaideh. Saya
telah meminta PSD dan ALDE untuk mengajukan calon baru," kata Iohannis
seperti dilansir Reuters, Rabu (28/12/2016).
Iohanni tidak secara rinci menjelaskan alasan di balik
keputusannya. Sementara PSD tidak segera mengomentari penolakan ini.
PSD berhak mengajukan nama kandidat PM setelah partai itu
berhasil memenangkan pemilu dengan perolehan suara mencapai lebih dari 45
persen. Lazimnya, ketua umum partai yang akan dicalonkan, namun Dragnea
tersangkut kasus kecurangan pemilu dan tengah menjalani hukuman percobaan
selama dua tahun sejak April lalu.
Menurut pengamat politik, Mircea Marian, penolakan Shhaideh
itu tak lepas dari latar belakang pernikahannya dengan seorang pria asal Suriah.
"Mungkin alasan keamanan nasional yang membuatnya
menolak, karena dia menikah dengan seorang warga Suriah. Mungkin pula hal itu
dapat berisiko pada keamanan atau murni ada alasan politik," kata Marian.
"Namun yang jelas, PSD telah kehilangan banyak dengan
pencalonannya yang sangat mengejutkan para pemilih mereka," imbuhnya.
Rise Project, sebuah LSM yang beranggotakan wartawan
investigasi di Rumania belum lama ini mengungkapkan bahwa suami Shhaideh
memosting sebuah pesan di media sosial Facebooknya yang menunjukkan dukungannya
kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Selama masa kampanye, PSD menjanjikan kenaikan upah dan dana
pensiun yang lebih tinggi. Dragnea sebenarnya sangat diharapkan dapat mengisi
pos perdana menteri, namun sejak awal Presiden Iohannis telah menegaskan akan
menolak calon yang memiliki catatan kriminal.
Penunjukkan Shhaideh sempat menghebohkan publik beberapa
waktu lalu mengingat ia adalah seorang perempuan muslim yang dicalonkan untuk
memimpin sebuah negara dengan 80 persen penduduknya menganut Kristen Ortodoks.
Jika saja Shhaideh terpilih ia akan mencatatkan sejarah bagi
Rumania. Karena untuk pertama kalinya negara itu akan dipimpin oleh seorang
perempuan dan seorang muslim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar